DETECTIVE PONA – “UNSPOKEN WORDS” Review Album

DETECTIVE PONA – “UNSPOKEN WORDS”
album review by munafikri

Sounds like:
Setelah menekan tombol play, secara otomatis anda akan langsung disambut oleh track bertempo cepat singkat padat seperti Separation dan Riot yang sarat akan muatan sosial-politik commonly punkrock bands, lagu selanjutnya mereka beri judul Go A Long Way To Fat, nampaknya ingin pamer proses mereka menggemukkan badan, whoahaha.. sedangkan pada Story Of Jerry  mereka menarik makna dari sebuah kisah dan menyampaikanya dengan lirik yang menyentuh dan vokal penuh penghayatan. Di track  selanjutnya mereka meneriaki seseorang bernama julia, Ada apa dengan Julia, Kenapa setelah lagu itu di sisa track lainnya kecepatan tempo mulai berkurang??.. Aha, I got it!!! mungkin layaknya kendaraan jika ditambah muatan/ “isi”nya, otomatis kecepatannya akan berkurang, seperti di track Song For Punk Rocker dan juga di nomor berikutnya suara terompet mulai diperdengarkan dilagu Lepas dengan alunan ska yang cozy, saat yang tepat untuk anda memberi waktu luang ditengah sesaknya rutinitas hingga kemudian tersentuh lagi di lagu Sorrow, dan selanjutnya tenggelam oleh berbagai makna hidup dalam Abstraksi Kehidupan lalu mengakhirinya dengan terobosan yang signifikan pada lagu Berharap Esok Bertemu, sayatan instrumen biola dan petikan gitar akustik bernuansa balada membalut drama sebuah perpisahan dari semua intrik-intriknya.

Feels like:
Rasanya memang proses pendewasaan diri mereka sebagai band maupun personal terekam jelas dalam rilisan perdana mereka ini. Tidak banyak dari band let’s called punkrock yang dapat melewatinya, mayoritas dari mereka terjebak di paradigma referensinya masing-masing. Satu nilai lebih mengambil keputusan berani dan bijak untuk mengolah referensi menjadi sebuah karya dengan cara dan karakter mereka sendiri.

Album ini berani, karena dari sisi teknis “Unspoken Words” tidak menitikberatkan pada kecepatan tempo seperti pada mayoritas band-band punkrock lainnya, mungkin mereka memahami kecepatan hanya masalah teknis, dengan kata lain punk bodrek, poseur, atau band-band festival juga bisa lebih cepat. Namun yang jadi penekanan dari album ini adalah substansinya, yang tak mengada-ada (seperti barangkali yang in akhir-akhir ini adalah membicarakan Ketuhanan tapi tidak mengajak Tuhan bicara bersama, haha) melainkan disini garis besar bahasannya lebih kepada pengalaman yang faktual dengan metode penulisan yang khas ala Detective Pona. Oleh sebab itu sebagian besar track di album ini akan lebih efektif jika didengarkan saat merefleksi setiap pengalaman hidup, seperti pengantar masuk kedalam jiwa hingga tanpa sadar meneteskan airmata. haha.. to be honest, I did drop my tears here, hihihiks!.

Seems like:
Sebuah kelompok detektif telah berhasil medeteksi nilai-nilai esensial dalam kehidupannya selama ini, lalu mereka tuangkan melalui media musik dan mereka bingkai kedalam sebuah album bertajuk “UNSPOKEN WORDS”.

illustration by grafikri:

hear the sample on this link:
SORROW > http://www.4shared.com/audio/wTUnuwyC/SORROW___SAMPLE__.html
ABSTRAK KEHIDUPAN > http://www.4shared.com/audio/am5u2i6e/Abstrak_Kehidupan___sample__.html
RIOT > http://www.4shared.com/audio/mkdAAF7T/Riot___sample__.html
Detective Pona official myspace:
http://www.myspace.com/detectivepona

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s